Sabtu, 29 Maret 2014

Misteri Dewa Air "KAPPA"

Di dalam mitologi agama Shinto di Jepang, ada sebuah legenda mengenai makhluk yang diidentifikasikan sebagai dewa air. Makhluk itu disebut Kappa. Namun, tidak seperti makhluk mitologi lainnya, saat ini, paling tidak ada 4 mumi Kappa yang tersimpan dengan rapi di Jepang dan Belanda.



Kappa yang sering diidentifikasi sebagai dewa air memiliki berbagai macam sebutan. Nama lain dari makhluk ini diantaranya adalah Kawataro (bocah air), Kawaka, Kawaranbe, Kyuusenbou, Masunta, Mu jima dan Ningyo.

Kappa bisa dijumpai di danau, sungai, mata air dan bahkan di saluran irigasi. Kadang ia digambarkan memiliki bentuk seperti seekor ular, naga, belut ataupun kura-kura.

Namun deskripsi Kappa yang paling populer adalah bertubuh seperti anak kecil, berwajah kera, memiliki tempurung di punggung, rambut panjang dan kulit bersisik yang berwarna kuning hijau. Beberapa catatan mengatakan makhluk ini dapat mengubah warna tubuhnya seperti bunglon.


Makhluk ini juga disebut memiliki bau seperti ikan dan membenci suara keras dan benda logam. Habitat utama Kappa tersebar di wilayah Kyushu dan sungai Sarugaishi di Honshu.

Satu ciri yang unik dari Kappa adalah adanya sebuah rongga tanpa tutup di atas kepalanya. Rongga bulat ini berisi air yang menjadi sumber kekuatan Kappa.

Jadi jika suatu hari anda bertengkar dengan Kappa, sebelum bertarung, berilah hormat terlebih dahulu dengan cara membungkukkan badan. Kappa yang disebut sebagai makhluk yang memiliki tata krama akan segera membalas dengan membungkukkan badannya juga. Dengan demikian cairan di kepalanya akan tumpah dan kekuatannya akan hilang. Hal ini akan memaksa ia mengundurkan diri dari pertarungan.

Walaupun memiliki ukuran seperti anak kecil, Kappa disebut memiliki kekuatan yang besar. Ia berani menyerang seekor kuda dan mampu menarik mangsanya yang bertubuh lebih besar ke dalam air. Menurut berbagai legenda, Kappa mendapatkan kekuatannya dengan meminum darah dan menyantap isi perut mangsanya.

Walau kadang dideskripsikan sebagai makhluk yang jahat, namun banyak legenda menceritakan mengenai Kappa sebagai makhluk yang baik dan pandai mengobati. Jika ia tertangkap dan diminta untuk berjanji agar tidak mengganggu penduduk lagi, ia pasti akan menepati janjinya.

Pertama kali kisah Kappa muncul pada catatan kuno Nihon Shoki yang berasal dari tahun 720 masehi. Di dokumen itu, Kappa disebut "Kawa no Kami". Pada periode Edo, Ilustrasi mengenai Kappa muncul dalam antologi-antologi dan lukisan. Pada tahun 1910, Kappa mulai mendapat popularitasnya setelah sebuah kisah yang berjudul Tono Monogatari terbit. Dalam kisah itu diceritakan mengenai beberapa makhluk legenda termasuk Kappa.

Namun pada masa ini, Kappa lebih banyak digambarkan sebagai tokoh kartun dengan karakter yang lucu.

Di Jepang, sampai saat ini masih ada sebuah pepatah populer yang berbunyi "Seekor Kappa tenggelam di sungai" yang berarti "bahkan seorang ahlipun bisa melakukan kesalahan".

Seperti yang sudah saya singgung di atas, saat ini diketahui ada 4 mumi Kappa yang tersimpan rapi di beberapa tempat. Namun seperti mumi makhluk aneh lainnya, termasuk mumi Tengu yang pernah saya bahas di tulisan sebelumnya, mumi Kappa juga dianggap sebagai hasil pekerjaan tangan seniman zaman Edo dengan cara menggabungkan bagian-bagian tubuh berbagai hewan.

Namun teori ini masih belum mendapat peneguhan dari forensik ilmiah.

Dibawah ini adalah 4 mumi Kappa yang saya maksud :

Mumi Kappa di National Museum of Ethnology di Leiden, Belanda


Mumi ini dianggap sebagai hasil karya seni yang dibuat dengan cara menggabungkan berbagai bagian tubuh hewan dan dipercaya dibuat untuk tujuan karnaval pada masa periode Edo.

Mumi Kappa di Kuil Zuiryuji di Osaka


Mumi ini memiliki panjang 70 cm dengan bentuk seperti manusia dan diperkirakan berasal dari tahun 1682.

Mumi Kappa di pabrik sake Matsuura di kota Imari


Menurut brosur yang dirilis perusahaan sake ini, mumi itu ditemukan di dalam sebuah kotak kayu pada tahun 1950an oleh seorang tukang bangunan di langit-langit sebuah rumah ketika ia sedang mengganti atapnya. Melihat anehnya makhluk itu, nenek moyangnya kemudian mewariskan mumi ke anak cucunya. Pemiliknya kemudian membangun sebuah altar kecil dan menahbiskan mumi ini sebagai dewa air.

Mumi Kappa di tempat peziarahan di perfektur Kumamoto

Mumi Kappa yang ke-4 terletak di sebuah tempat peziarahan di perfektur Kumamoto. Namun mumi ini tidak memiliki bagian tubuh yang lengkap melainkan hanya sebuah potongan tangan yang dipercaya sebagai milik Kappa.

Selain empat mumi tersebut, di sebuah kuil yang bernama kuil Kappa di wilayah Ueno Asakusa, Tokyo, ada juga sepotong tulang tangan yang dipercaya sebagai milik Kappa.
Menurut pengelola kuil, tempat dimana kuil berdiri dahulu adalah sebuah daerah aliran sungai yang tidak memiliki saluran air yang baik sehingga tempat itu sering dilanda banjir. Konon para penduduk lokal kemudian membangun saluran air dengan bantuan Kappa yang tinggal di sungai Sumida.

Sayang sekali hingga saat ini tidak pernah dilakukan penelitian forensik terhadap mumi-mumi ini sehingga kita masih belum bisa mengetahui keasliannya.
Bisa jadi palsu, bisa jadi asli.

Gumiho "Nine Tailed Fox"




Gumiho [구미호] merupakan rubah dengan sembilan ekor, dongeng yang diciptakan berasal dari mitos China kuno berabad2 lalu. Dongeng ini ada versi China maupun Jepang meskipun terdapat sedikit perbedaan. Huli jing pada dongeng China dan kitsune pada dongeng Jepang mempunyai moral yang ambigu, dimana mereka bisa bersifat baik dan buruk sekaligus dan biasanya tidak keluar untuk mencari orang untuk diburu. Sementara itu, gumiho di Korea, hampir selalu digambarkan dengan figur yang sangat jahat, makhluk karnivora yang memakan daging manusia.

Berdasarkan legenda, rubah yang hidup ribuan tahun berubah menjadi gumiho, yang dapat menyamar menjadi wanita. Gumiho bersifat jahat dan makan hati atau jantung manusia (ada legenda berbeda antara satu dengan lainnya) agar bisa tetap hidup. Huli jing di China dikatakan terbuat dari energi wanita (yin) dan membutuhkan energi pria (yang) agar bisa bertahan hidup. Sementara itu, kitsune di Jepang bisa pria atau wanita, dan dapat memilih untuk berbuat kebaikan.
Gumiho di Korea secara tradisional merupakan wanita. Beberapa dapat menyembunyikan ciri gumiho mereka, sementara mitos lain mengindikasikan bahwa mereka tidak dapat bertransformasi secara penuh (contoh wajah atau telinga yang seperti rubah atau masih terdapat ekor berjumlah sembilan). Dengan kata lain, biasanya ada setidaknya satu ciri fisik yang dapat membuktikan bentuk gumiho mereka, atau cara ajaib untuk memaksa mereka memperlihatkan wujud asli mereka.
Sama seperti manusia serigala ataupun vampir di Barat, ada beragam mitos tergantung dari legenda yang diceritakan. Beberapa cerita mengatakan bahwa jika gumiho tidak membunuh dan memakan manusia selama seribu hari, maka gumiho akan menjadi manusia. Cerita lainnya, seperti drama Gumiho: Tale of the Fox’s Child, mengatakan bahwa gumiho bisa menjadi manusia jika pria yang melihat wujud aslinya merahasiakan hal tersebut selama 10 tahun. Di luar setiap cerita itu, ada hal yang selalu konsisten diceritakan, yaitu bahwa gumiho merupakan rubah, wanita, berubah wujud, dan karnivora.

Sekarang kita bahas tentang arti gumiho dalam budaya. Rubah merupakan gambaran umum di banyak budaya berbeda yang menggambarkan penipu atau pintar tapi jahat yang mencuri atau mengecoh yang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Orang yang tumbuh dengan mendengarkan fabel Aesop mengetahui pengulangan klasik tentang rubah dalam cerita dongeng. Dan tidak sulit untuk melihat bagaimana rubah mendapatkan sifat tersebut. Binatang ini merupakan pemburu nocturnal dan sifat dasarnya yang senang mencuri, dan dikenal di seluruh dunia dengan akal liciknya.
Di Korea, rubah mempunyai penyokong implikasi budaya, yaitu kelicikan seksual. Kata untuk rubah, yeo-woo [여우], merupakan kata yang oleh orang Korea diberikan kepada wanita yang terjemahan kasarnya kita sebut saja si licik pemakan pria. Ada istilah bahasa inggris yang juga kurang lebih sama yaitu “you sly fox” (kamu rubah licik), meskipun di Korea sendiri istilah ini hanya diberikan kepada perempuan yang sifatnya seperti rubah (disebut yeo-woo) dan mempunyai sifat predator “kamu mulai menggunakan akal licik untuk menipuku”, yah kira-kira seperti itulah contohnya. Wanita yang menggunakan pesona femininnya untuk maksud jahat atau wanita yang secara terang-terangan memperlihatkan seksualitasnya dengan motif jahat dibelakangnya, disebut yeo-woo. Menariknya, kata aktris dalam bahasa Korea [여배우] bila disingkat sama penulisannya dengan yeo-woo [여우].

Bukanlah tanpa sebab kalau wujud gumiho hanya merupakan wanita yang cantik. Ini merupakan cara dongeng untuk memperingatkan pria untuk tidak jatuh ke dalam trik wanita yang merayu untuk memperdayainya. Contohnya, lihatlah terjemahan cerita gumiho klasik ini. Dalam banyak cerita, sang pahlawan dalam dongeng (selalu digambarkan seorang pria) harus menahan godaan dan tubuh tanpa busana gumiho, sehingga wujud aslinya bisa diperlihatkan. Jadi, sifat alami wanita, seksualitas tersembunyinya = iblis.
Dongeng Korea?
Konsep seksualitas wanita yang membahayakan sebenarnya bukanlah hal yang baru untuk dongeng. Tetapi, tidaklah berlebihan bahwa baik itu figur gumiho dan penggunaan yeo-woo merupakan hal yang cukup lazim dalam budaya modern maupun cerita fiksi. Sebagian besar orang mungkin berpendapat bahwa mitos gumiho merupakan cerita yang didesain untuk mempertegas sistem patrialis. Tetapi hal ini justru membuat suatu legenda menjadi suatu hal yang cerdik dalam penyampaiannya.

Dalam film ataupun drama, gumiho bisa digambarkan baik itu figur yang menakutkan dan sejahat iblis atau malah figur yang komikal dan menggelikan, tergantung dari genre yang digunakan. Seiring berjalannya waktu, legenda gumiho telah berubah, seperti diceritakan dalam Gumiho: Tale of the Fox’s Child‘s yang menggambarkan gumiho yang menderita dengan jiwa yang baik yang menginginkan menjadi manusia dan menyerap kehidupan pria. Dia adalah iblis yang memilih jalan hidup yang baik supaya bisa mempertahankan sifat manusianya. Interpretasi ini hampir sama dengan mitos vampir yang mempunyai jiwa, yang berperang dengan jiwa iblis yang ada pada dirinya.

Tetapi satu hal yang menarik untuk digarisbawahi dalam drama tersebut adalah bahwa anak tersebut, begitu dia bertambah dewasa, berubah menjadi gumiho dengan segala sifatnya dan berjuang melawan sisi iblis dalam dirinya. Hal ini mungkin bisa disejajarkan dengan seorang gadis yang tumbuh dewasa dan mengalami perkembangan seksual, dan bagaimana mitos ini hanya memperlihatkan sisi jahat dari seksualitas wanita sebagai sesuatu yang tidak dapat dikontrol dan iblis yang bahkan menimpa gadis yang tidak berdosa. Dalam drama ini maupun dongeng yang menceritakan tentang gumiho, sepertinya penggambaran gumiho merendahkan seksualitas wanita sebagai sesuatu yang bersifat iblis dan menunjukkan sifat karnivoranya terhadap pria.

Valentine in Many Countrys

gambar valentine

Tiap negara punya beragam cara dalam merayakan hari kasih sayang atau yang sering disebut hari Valentine. Biasanya pada momen tersebut, banyak orang memanfaatkannya untuk mengungkapkan perasaan sayang kepada orang-orang yang dikasihi. Memberikan cokelat, kartu ucapan, boneka, hingga bunga mawar menjadi cara yang senantiasa disiapkan untuk membahagiakan pasangan di hari super romantis tersebut. Namun bagi masyarakat Jepang, ada tradisi unik yang selalu menghiasi perayaan Hari Valentine mereka disana.
Tidak hanya di Indonesia, tradisi bagi-bagi coklat juga dilakukan oleh masyarakat Jepang di hari Valentine. Uniknya, yang memberikan cokelat adalah para wanita. Ya, wanita Jepang akan membeli banyak cokelat dan membagikannya kepada orang yang disayangi. Cokelat yang diberikan pun tidak boleh sama, sebab setiap cokelat punya makna tersendiri.
Ada tiga jenis cokelat yang biasanya diberikan sebagai hadiah valentine untuk para pria Jepang. Yang pertama yaitu 'honmei-choco' atau yang biasa disebut coklat cinta sejati. Coklat tersebut biasanya diberikan kepada seseorang yang menjadi pujaan hati atau orang yang benar-benar dicintai, seperti suami atau kekasih. Karena bentuk dan rasanya yang istimewa, coklat ini tergolong mahal.
Ada pula ‘giri choco’ yang biasa disebut cokelat kewajiban. Coklat ini biasanya akan diberikan untuk keluarga, teman, atau sahabat laki-laki. Dan untuk para pria jomblo yang tidak mendapatkan cokelat khusus di hari Valentine, tentunya akan sangat senang menerima ‘giri choco’. Bentuk coklat ini biasa saja dibandingkan  'honmei-choco' yang mewah dan elegan.
Yang terakhir adalah ‘tomo choco’. Agar para wanita tidak terlalu bersedih, dibuatlah juga tradisi membagiakan ‘tomo choco’ untuk sesama teman wanita.
Eitss, tapi pemberian tersebut tidak gratis lho. Aka ada satu hari dimana para pria Jepang wajib membalas pemberian cokelat tersebut. Ya, sebulan setelah hari Valentine, tepatnya pada tanggal 14 Maret, giliran para pria yang wajib memberikan hadiah bagi wanita. Hari tersebut dikenal sebagai White Day. White Day sendiri sangat ditunggu-tunggu oleh gadis yang sedang mengincar pria idamannya untuk mendapatkan jawaban cintanya.
Apapun jenis cokelat yang didapat, berharap manisnya coklat valentine dapat lebih mempererat hubungan dengan keluarga, pasangan, juga teman-teman terdekat.

Nihon No Gakko, Desu Yo!!!

Mina-san, konnichiwa!
Apakah teman-teman pernah tertarik terhadap sekolah di Jepang? Mungkin ada beberapa diantara teman-teman yang ingin bersekolah di sekolah Jepang setelah menonton anime, dan ingin memakai seragam sekolah Jepang yang keren dan imut. Tapi, tahukah teman-teman tentang sekolah di Jepang?
Sekolah-sekolah di Jepang dimulai pada bulan April, di saat bunga Sakura bermekaran. Saya telah bersekolah di Sekolah Dasar (SD) di Jepang, dan tahun ini di bulan April, saya memulai kehidupan baru saya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepang! Saya sekarang bersekolah di Yamate Junior High School (山手中学校 Yamate Chuugakkou).
Periode sekolah dalam 1 tahun di sekolah Jepang dibagi menjadi 3 semester. Semester pertama adalah dari bulan April sampai bulan Juli. Kami, murid-murid baru kelas 1 SMP berdatangan ke sekolah baru kami, dan bertemu dengan teman-teman kami yang berasal dari SD yang sama juga. Kami melihat daftar nama di setiap kelas, untuk mengetahui kelas mana yang kami masuki. Setelah mengetahuinya, kami berbaris sesuai kelas masing-masing, dipimpin oleh kakak kelas yang merupakan OSIS sekolah.

Suasana kelas Suasana kelas
Setelah upacara pembukaan selesai, kami memasuki kelas masing-masing. Nomor absen kelas berurutan sesuai urutan Hiragana (huruf Jepang), dan nama-nama para murid tidak berawal dengan nama kecil, melainkan dengan nama keluarga mereka. Misalnya, jika nama kecilnya "Miku" dan nama keluarganya "Kobayashi", maka jika disatukan bersama, menjadi "Kobayashi Miku". Karena urutan nama saya diawali dengan nama "Irene", maka saya absen nomor 1 di kelas.
Di semester pertama, banyak kegiatan-kegiatan di tahun pelajaran baru, seperti mengambil foto sekelas, membuat poster kelompok di kelas, orientasi, mencari klub, dan lainnya. Di sekolah ada banyak klub, seperti klub Brass Band, klub upacara minum teh, klub seni, klub Bahasa Inggris, klub olahraga, dan lain-lainnya.
Kegiatan-kegiatan lainnya juga ada. Seperti pergi menginap di pegunungan, pergi ke Okinawa, bekerja di tempat tertentu, ataupun pergi menonton konser musik klasikal di Nishinomiya. Di semester kedua yang dimulai pada bulan Septembe, musim panas tiba. Festival olahraga diadakan. Di Festival olahraga, semua kelas saling berusaha untuk menyaingi kelas lain.
Olah ragaOlah raga
Di bulan November, udara sudah mulai dingin. Kompetisi Paduan Suara dan Festival Budaya juga diadakan. Di Kompetisi Paduan Suara, kami juga berjuang demi kelas kami masing-masing untuk menyaingi kelas lainnya. Di Festival Budaya, beberapa klub mengadakan pidato atau pertunjukan, begitupula dengan murid-murid atau guru-guru lainnya. Setelah itu murid diperbolehkan untuk menjelajahi sekolah, melihat-lihat hasil karya seni yang telah kami semua buat yang dipajang di semua ruangan kelas dan ruangan lainnya.
Semester tiga dimulai pada tahun baru, di bulan Januari. Di bulan Maret yang merupakan akhir semester tiga dan akhir tahun pelajaran, Upacara Wisuda para murid kelas 3 SMP diadakan.
Jadi, bagaimana menurut saudara-saudara tentang sekolah Jepang? Sekolah di Jepang memang sibuk dan pelajarannya sedikit susah. Saya kadang merasa kesusahan. Entah itu kesusahan mengingat kanji, memahami pelajaran, ataupun tidak sama sekali tidak mengerti pelajaran karena pelajaran itu dijelaskan dalam Bahasa Jepang yang sulit. Tetapi guru-guru di sekolah ramah dan baik, mereka akan berusaha keras untuk membantu murid mereka yang merasa kesulitan dalam belajar. Semoga saudara sekalian lebih mengenal sekolah-sekolah di Jepang!

Jumat, 28 Maret 2014

Dia adalahhhh...


"MIKI???!!! kamu kok bisa ada disini?" tanya ku. "aku dikurung oleh Klompotan Cewek2 Jahat yg suka ngebully aku." jawab Miki. "lalu kakak tidak apa-apa?. apakah kakak merasakan sesuatu yang aneh disini?"tanya Miko. "sebenarnya sesaat sebelum kalian datang, aku merasakan aura seseorang yang sangat asing" jawab Miki. "aura apa itu???" tanya ku. "Aura Kebelet Pipis" jawab Miki. "haaa???" teriakku dan Miko Serempak. "hahahahahaha:D, sebenarnya aku tidak ada merasakan yg aneh digudang ini. aku hanya membereskan seisi gudang ini. tidak lebih. aku merasa kalau rumor itu tidak benar."jelas Miki.

setelah membahas kejadian itu. aku, miki, dan miko segera Pulang ke rumah masing2.

Esok paginya, aku terlambat lagi seperti biasanya. tapi kali ini aku bertemu Ketua Osis di depan gerbang sekolah. Kazuma Uritoshi nama Lengkapnya. dia menanyai ku banyak hal tentang kejadian kemarin, ternyata kejadian itu sudah menjadi Gossip Keseluruh Sekolah. jadi aku menceritakan kejadian sebenarnya kepada kazuma. dan aku juga minta izin kepada kazuma untuk Mengizinkan kami menyelidiki Misteri ini.
Aku terkejut saat kazuma mengatakan bahwa dia bersedia membantu kami untuk Memecahkan misteri ini. dan dia menyuruhku untuk memanggil Miki dan Miko, untuk menemuinya di ruang kosong disebelah ruang osis.

beberepa saat kemudian, kami bertiga telah sampai didepan pintu ruang tersebut.
tiba2 kami mendengar suara berisik yang datang dari ruangan tersebut. aku berusaha mengintip kedalam ruangan tersebut. ternyata, itu adalah Kazuma. dan kami pun masuk kedalam ruangan tersebut.

kami dikejutkan oleh perkataan ketua osis yang Menawarkan kami untuk membuat Club Detektif Sekolah. Club yang bertugas untuk memecahkan misteri-misteri yang telah lama ada di sekitar sekolah. dan dia juga memberikan ruangan kosong ini kepada kami sebagai ruang dimana Club detektif mengadakan pertemuan.
dan kami bertiga langsung menyetujui tawaran Ketua osis. Maklim kami bertiga sangat terobsesi dalam hal-hal yang berbau MISTERI. akhirnya, kami bertiga memutuskan bahwa nama Club kami adalah TripleM.

Ketua Osis sangat senang karena kami menerima tawarannya itu. karena menurutnya hanya kami yang dapat mebuat sekolah ini menjadi lebih baik dengan Memecahkan misteri2 yang telah lama Menghantui sekolah ini.

Inilah awalnya kami bertiga menjadi TripleM. dan besok sepulang sekolah kami akan Memecahkan Misteri Gudang sekolah ini!!!
Bersiaplah Misteri!!! yosshhh!!!

Bersambung...

By : Winda vatria desti
cewek tomboy yg berumur 15thn. i like everything in blue, i love doraemon.

see you soon!!! Tunggu eps.3 nyaa:D

Hanami

BAGI orang Jepang, Sakura merupakan simbol penting yang kerap kali dihubungkan dengan perempuan, kehidupan, dan kematian. Sering juga digunakan sebagai simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Bunga ini juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Yang istimewa dari bunga Sakura adalah waktu mekarnya. Bunga ini hanya berkembang selama 1 sampai 2 minggu selama setahun. Bunga Sakura biasanya mekar diawal musim semi, namun waktu mekar bunga ini bervariasi.
Berdasarkan situs appetitejourney, disebutkan bahwa di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba dan sekitarnya, bunga Sakura mekar pada akhir Maret sampai awal April.

Sedangkan di daerah Kyushuu (Jepang bagian selatan) bunga Sakura mekar sekitar pertengahan Maret. Sedangkan di Hokkaido (Jepang bagian utara) masyarakat baru bisa menikmati indahnya bunga ini pada April akhir sampai awal Mei. bunga Sakura berbeda-beda tergantung spesiesnya. Ada yang berwarna putih dengan sedikit warna adalah taman nasional yang pink, kuning muda, pink, hijau muda atau merah menyala. Salah satu taman yang menyajikan indahnya bunga sakura adalah Ueno Kouen.

Taman ini sudah berdiri sejak 1873, dan termasuk taman nasional terbesar
di Tokyo. Tidak hanya sebuah taman, daerah Ueno juga terkenal dengan Ueno Zoo, Science Museum, Tokyo National Museum dan beberapa museum seni lainnya. Pohon sakura yang terdapat di Taman Ueno jumlahnya lebih dan 1.000 pohon. Untuk mencapai Taman Nasional Ueno Kouen tidaklah sulit. Letaknya hanya 4 kilometer dan stasiun pusat Kota Tokyo. Tidak mengherankan daerah Ueno menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai. Untuk mencapai ke sana, Anda bisa naik transportasi kereta. Hampir semua wilayah di Tokyo bisa dijangkau dengan transportasi publik ini. ltulah salah satu alasan
mengapa masyrakat di Tokyo enggan memiliki mobil pribadi. Dan stasiun pusat Tokyo ke Stasiun Ueno hanya membutuhkan waktu 7 menit.

Karcis untuk kereta pun dapat dibeli langsung dari mesin yang terletak di samping pintu gerbang. Jadwal kereta yang lewat pun sangat padat, bahkan jika jam-jam sibuk kereta sering lewat setiap 3 menit sekali.

Di sini, Anda tidak menikmati wisata melihatnya sakura bermekaran sendirian. Banyak warga Jepang yang juga menikmati indah dan romantisnya bunga sakura.

Tidak hanya orang yang sedang berjalan, tetapi banyak juga orang yang memilih beristirahat menggelar tikar dan duduk sambil makan dan minum di tepi jalan bersama dengan teman-teman dan rekan kerja sambil melihat bunga.
 
O-Hanami atau festival bunga sakura bagi orang Jepang merupakan eventyang sangat dinanti. Festival ini dirayakan setiap akhir bulan Maret dan awal bulan April. Keindahan bunga sakura yang bermekaran merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang Jepang. Bahkan mereka menganggap bunga sakura adalah bagian jiwa mereka. Karena itu, mekarnya bunga sakura menjadi moment yang paling spesial. O-hanami juga dipakai sebagai tanda datangnya musim semi serta dimulainya tahun ajaran baru. Para remaja wanita tidak ketinggalan menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan kimono-kimono baru mereka dan menggunakannya sepanjang perayaan.
Sejarah O-hanami
Merayakan musim bunga sakura memang sudah dimulai sejak Periode Nara (710-784) yang sebenarnya datang karena pengaruh Dinasti Tang dari Cina. AWalnya mereka lebih mengagum bunga Ume. Tapi saat periode Heian, sakura mulai menarik perhatian orang Jepang. Mulai dari situ O-hanami menjadi festival yang rutin dirayakan setiap tahun.
Mekarnya bunga sakura juga dijadikan sebagai ritual keagamaan & digunakan sebagai tanda dari akhir tahun serta dimulainya musim bercocok tanam. Karena itu, banyak orang-orang Jepang yang berdoa di kuil atau berdoa di bawah pohon sakura.

Teng..teng..teng..

bel sekolah berdentang kencang sekali, membuat telinga ku yg hanya sebesar daun jeruk ini merasa sakit. berlari sekuat tenaga menuju ke gerbang sekolah. itu tdk membuatku ngosh-ngoshan. maklum aku hampir setiap hari terlambat.

Namaku Miho, Cewek Mini yg hanya mempunyai tinggi sekitar 160 cm, dan berumur 15thn. walaupun aku mempunyai badan yg kecil. tapi aku bisa berlari seperti kuda kesatria baja Hitam. Hahahahahah =D.
Sesampainya disekolah, aku bertemu dengan sahabat karib ku : Miki dan Miko, mereka kakak beradik yg sangat mirip. bisa dibilang KEMBAR.

kami bertiga sejak taman kanak-kanak sudah bersama2. dan sekarang kami bersekolah di SMP yg sama juga. kami bertiga sering disebut dengan panggilan TripleM (Maklum Nama kami bertiga diawali dengan huruf "M")
kami memanfaatkan nama panggilan ini utk memecahkan Misteri-misteri yang tersembunyi disekitar Lingkungan sekolah.

Kegiatan ini Berawal pada saat Miki sedang membereskan gudang sekolah Kami.
Miki salah satu typical cewek yg sering dibully oleh teman2 sekelasnya. mereka iri dengan kecantikan yg dimiliki oleh Miki. jadi dengan jahat Orang-orang yg iri dengan Miki. Mengurung Miki didalam Gudang sekolah sendirian. Tapi maaf saja, Miki tidak akan menangis. karena miki sama sekali tidak mempunyai rasa takut. sudah 3 jam miki terkurung didalam gudang sekolah tersebut.Sekarang jam sudah menunjukkan Pukul 18.00 p.m.
Aku dan Miko sudah mencari Miki keseluruh kesekolah, tapi kami tidak dapat menemukan Miki. aku yakin Miki masih berada disekolah. karena, Tas dan Sepatu Miki masih berada dilokernya.

kami terus mencari, ada satu tempat yg belum kami cari dan kami tidak ingin mencarinya disana yaitu GUDANG SEKOLAH. dikarenakan disana ada rumor yg mengatakan bahwa siapa yg mendekati Gudang sekolah pada pukul 18.00 p.m, tidak akan pernah terlihat lagi alias MENGHILANG.
Pernah ada kejadian bahwa Senior tahun lalu di SMP kami, di Cabuli dan dibunuh di Gudang Sekolah tersebut. Hingga saat ini Arwah senior itu Masih bergentayangan Mencari Orang yg telah membunuhnya. sehingga tidak satu orang murid pun berani mendekati Gudang sekolah itu jika matahari sudah terbenam, Takut akan Dibunuh Oleh Arwah Senior itu.

dan beberapa bulan yang lalu, adik kelas kami yg Bernama Kimizawa, tidak percaya akan rumor tersebut. jadi ia ingin membuktikan bahwa Rumor itu tidak nyata. sehinnga ia mendatangi gudang sekolah pada pukul 18.00 p.m. dan pada pagi hari nya kimizawa diberitakan oleh orang tuanya bahwa Kimizawa tidak pulang Kerumah Sejak Kemarin. dan Kimizawa di Fonis menghilang. Hingga saat ini kimizawa tidak ditemukan.

Kedua Kejadian itu yang membuat aku dan Miko tidak ingin mendekati gudang tersebut. akan tetapi Miki tidak ada di dalam sekolah lagi. jadi kami memberani kan diri untuk mendekati gudang tersebut.

 aku perlahan2 membuka pintu gudang tersebut.

Krick...krickk..Krecccckkkkk...
Pintu Gudang perlahan terbuka. tiba2 aku melihat sosok perempuan berdiri menghadap dinding didalam gudang tersebut..
sosok perempuan itu perlahan2 memalingkan wajahnya dan mendekati aku dan Miko...
dan perempuan itu adalah.....


Bersambung..

by : Winda Vatria desti
cwek tomboy yg berumur 15 thn. I like everything in blue, i love doraemon.

See you soon!!! tunggu Eps.2 nya :D

;;

By :
Free Blog Templates